Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Nyepi dan Fakta Menarik Hari Raya Nyepi di Bali

masadi.id - Di setiap tahunnya, masyarakat umat Hindu di Bali akan memperingati Hari Raya Nyepi. Hari Raya Nyepi adalah upacara adat yang dilakukan secara turun-temurun di setiap tahun Baru Saka. Tahun 2022, Hari Raya Nyepi jatuh pada hari Kamis 3 Maret 2022.

Penanggalan tahun baru tersebut dilakukan berdasarkan hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dianggap sebagai hari penyucian dewa-dewa di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hdiup.

Bagi masyarakat Hindu, Tahun Baru Saka atau Hari Suci Nyepi memiliki makna yang sangat mendalam yaitu sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan hari kebersamaan, hari kedamaian dan hari kerukunan nasional.

Hari Raya Nyepi

Pengertian Hari Raya Nyepi

Dikutip dari buku Nilai-nilai Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia dan Implementasinya dalam Pendidikan Sekolah Dasar tulisan Karimatus Saidah, M.Pd, dkk. (2020:32), Nyepi adalah hari raya umat Hindu di Bali yang diperingati dengan tidak menyalakan api (bahkan listrik), tidak berpergian ke luar rumah, dan tidak melakukan aktivitas fisik.

Selama Hari Raya Nyepi, pemuka masyarakat Hindu di Bali berharap umat dapat melakukan instropeksi diri, meditasi atau ber-japam atau menyebut nama-nama suci Tuhan berulang kali di dalam hati.

Sejarah dan Makna dari Hari Raya Nyepi

Nyepi berasal dari kata sepi yang artinya sunyi, senyap. Hari raya Nyepi adalah perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan pada kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Dalam perhitungan kalender Saka, satu tahun memiliki 12 bulan dan bulan pertamanya disebut Caitramas.

Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi yang dilaksanankan setiap 1 Januari, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi dan melaksanakan catur brata penyepian dan tidak ada aktivitas seperti biasa alias dilarang dan dihentikan selama hari raya Nyepi berlangsung.

Hari raya Nyepi tercipta berdasarkan certia dari kita suci Weda yang menceritakan dimana pada awal Abad masehi bahkan sebelumnya, Negeri India dan wilayah disekitarnya digambarkan selalu mengalami krisis dan konflik sosial yang berkepanjangan.

Pada saat itu banyak terjadi pertikaian antar suku-suku bangsa (Suku Saka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana dan Malaya) dengan kondisi menang dan kalah yang silih berganti. Gelombang perebutan kekuasaan antar suku pada akhirnya menyebabkan terombang-ambingnya kehidupan bergama tersebut.

Dan pertikaian yang panjang pada akhirnya suku Saka lah yang menjadi pemenang dibawah pimpinan Raja Kaniskha I yang dinobatkan menjadi Raja dan turunan Saka tanggal 1 (satu hari sesudah tilem) bulan 1 (caitramasa) tahun 01 Saka, pada bulan Maret tahun 78 Masehi.

Berkat dari kepemimpinan Raja Kaniskha I yang berhasil menyatukan bangsa yang tadinya bertikai dengan paham keagamaan yang saling berebeda. Untuk memperingati hal baik yang terjadi dibawha kepemimpinan Raja Kaniskha I maka terciptalah Hari Suci Nyepi. Sejak itu pula kehidupan bernegara, bermasyarakat dan beragama di India ditata ulang.

Tujuan utama dari Hari Raya Nyepi yaitu memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa untuk menyucikan Buhana Alit (alam manusia/microcosmos) dna Bhuana Agung (alam semesta/marcocosmos). Selain itu, hari Raya Nyepi juga dapat menjadi sarana perenungan untuk segala hal yang telah dilakukan . Tradisi ini juga menjadi kesempatan untuk dapat mengevaluasi diri sendiri hingga menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

Upacara Nyepi juga menjadi bentuk ketaatan umat Hindu di Bali untuk tidak berpergian, beraktivitas, menyalakan api atau listrik dan juga momen untuk mnedekatkan diri kepada Tuhan.

Fakta Menarik Tentang Hari Raya Nyepi

Seperti halnya hari raya keagamaan lainnya, Hari Suci Nyepi juga memiliki ciri khas tersendiri dan berbagai rangkaian kegiatan yang harus dilakukan selama hari raya berlangsung. Dibawah ini berbagai fakta menarik seputar hari Raya Nyepi yang perlu kalian ketahui:

1. Harus Sunyi selama 24 jam

Pada saat hari raya Nyepi setiap penganut Agama Hindu diwajibkan untuk tetap sunyi selama 24 ja. Ini dilakukan dengan tidak menyalakan lampu, listrik, berbicara, berangkat kerja atau sekolah dan hal-hal lainnya yang bisa menimbulkan suara atau menunjukkan tanda kehidupan selama hari raya nyepi berlangsung.

Aktivitas sunyi tersebut dilakukan karena hari raya Nyepi ini dipercaya memiliki tujuan utnuk mengelabui setan-setan yang ada, dengan berpura-pura untuk "tidak ada kehidupan" selama seharian penuh agar setan-setan pembawa bencana ataupun petaka dapat pergi.

Upacara Nyepi berlangsung selama 24 jam yang dimulai dari jam enam pagi hingga jam enam pagi keesokan harinya.

2. Istilah untuk Larangan yang Tidak Boleh dilakukan di Hari Suci Nyepi

Ada beberapa peraturan dan larangan yang tidak boleh dilanggar oleh umat Hindu selama hari Raya Nyepi, diantaranya adalah:

Ameti Geni : Aturan ini bersifat larangan. Semua umat Hindu yang merayakan nyepi dilarang menyalakan api, cahaya, dan listrik atau menunjukkan sifat amarah seperti nyala api.

Amati Lelanguan : Merupakan larangan bagi siapapun untuk berpergian, melakukan kegiatan foya-foya atau berseang ria secara berlebihan. Biasanya, aturan ini diikuti dengan berpuasa penuh selama Hari Raya Nyepi.

Amati Karya : Merupakan aturan wajib saat nyepi adalah Amati Karya yang berarti tidka boleh bekerja selama perayaan Nyepi.

3. Rangkaian Acara Nyepi

Dikutip dari buku Widya Dharma Agama Hindu tulisan I Wayan Midastra, dll (2007:57), Hari Raya Nyepi terdiri dari beberapa rangkaian acara, yaitu :

Panglong 13 Sasih Kasanga

Sebelum merayakan Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan upacara Melasti atau Mekiis ke sumber air atau laut. Tujuanya adalah ngayudang malaming gumi,, angamet tirtha amertha, yang artinya menghanyutkan kotoran buana agung dan buana alit. Kemudian, memohon tirtha amartha atau tirta kehidupan

Tilem Sasih Kasanga

Selanjutnya, umat Hindu akna melaksanakan upacara Bhuta Yadnya, mulai dari tingkat keluarga, banjar adat, desa, pakraman, kecamatan, kabupaten, kota hingga provinsi. Setelah selesai, mereka akan mengadakan upacara ngerupuk dan mengarak Ogoh-ogoh sebagai simbol bhuta kala.

Tanggal Pisan

Dalam tanggal pisan, sasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke 10), umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu:

  • Amati Geni: tidak menyalakan api
  • Amati Karya: tidak bekerja
  • Amati Lelungan: tidak bepergian
  • Amati Lelanguan: Tidak mengumbar nafsu (tidak mendengar radio, tv dan kegiatan menyenangkan lainnya)

Negmbak Geni

Sehari setelah Nyepi, masyarakat Hindu akan saling mengunjungi sanak keluarga.

Dharma Santi

Usai melakukan Ngembak Geni, umat Hindu akan melaksanakan Dharma Santi. Dalam perayaan ini, mereka akan mengucapkan syukur dan saling memaafkan dengan satu sama lain.

4. Makanan Khas Hari Raya Nyepi

Terdapat beberapa makanan atau hidangan tradisional yang akan sering muncul menjelang hari raya nyepi dan sesudahnya, berikut ini makanan Khas Hari Raya Nyepi di Bali:

  • Lawar yang terbuat dari campuran sayuran, daging cincang, dan bumbu khas bali
  • Nasi Tepeng yang merupakan makanan tradisional khas Gianyar Bali. Ciri khas nasi tepeng dilihat dari isinya, seperti kacang panjang, kacang merah, nangka muda, terong, daun kelor dan kelapa parut diatasnya.
  • Entil adalahs ajian sejenis ketupat terbuat dari beras yang dibungkus daun, lalu diikat dnegan bambu. Zaman dahulu, Entil kerap disajikan sebagai kehidupan utama saat Tahun Baru Saka. Terlebih saat hari Rya Nyepi tidak boleh menyalakan api.
  • Pulung Nyepi yang merupakan hidangan dengan c ampuran kedua tepung itu dikukus, diuleni, dibentuk, dan direbus hingga matang. Lalu, ditambahkan parutan kelapa muda di atasnya.
  • Cerorot yang adalah kue basah khas hari raya Nyepi yang dengan bentuk memanjang seperti kerucut karena dicetak dengan kulit ental.
  • Ayam Betutu, adalah hidangan yang biasanya dijadikan sajian untuk acara sesembahan.
  • Jaja Apem, yang terbuat dari adonan fermentasi tepung beras yang dicampur dengan tape singkong dan air kelapa.
  • Ketongkol, yang paling nikmat disantap bersamaan dengan sayur, lauk pauk, dan sambal matah khas Bali

Penutup

Nah itu dia tadi informasi seputar hari Raya Nyepi umat Hindu Bali dan Fakta menarik lainnya yang berkaitan dengan Hari Raya Nyepi. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat memberikan wawasan baru lagi.

Dan bagi kalian yang sedang berlibur, bekerja merantau di Bali, baiknya jika hari raya nyepi tiba untuk bisa ikut menghormati mereka dalam memperingati hari raya keagamaannya dengan mengurangi kebisingan dan juga ikut mengucapkan selamat hari raya Nyepi keesokan harinya.